3.19.2009

Pacaran Islami, Memang Ada?

Bagi remaja, bila istilah itu disebut-sebut bisa membuat jantung berdebar. Siapa sich yang enggak semangat bila bercerita seputar pacaran? Semua orang yang normal pasti senang dan bikin deg-degan.

Bicara soal cinta memang diakui mampu membangkitkan semangat hidup. Termasuk anak masjid, yang katanya "dicurigai" tak kenal cinta. Sama saja, anak masjid juga manusia, yang memiliki rasa cinta dan kasih sayang. Pasti dong, mereka juga butuh cinta dan dicintai. Soalnya perasaan itu wajar dan alami. Malah aneh bila ada orang yang enggak kenal cinta, jangan-jangan bukan orang.

Nah, biasanya bagi remaja yang sedang kasmaran, mereka mewujudkan cinta dan kasih sayangnya dengan aktivitas pacaran. Kayak gimana sich? Deuuh, pura-pura enggak tau. Itu tuch, cowok dan cewek yang saling tertarik, lalu mengikat janji, dan akhirnya ada yang sampai hidup bersama layaknya suami istri.


Omong-omong soal pacaran, ternyata sekarang ada gossip baru tentang pacaran islami. Ini kabar benar atau cuma upaya melegalkan aktivitas baku syahwat itu? Malah disinyalir, katanya banyak pula yang melakukannya adalah anak masjid. Artinya mereka itu pengen Islam, tapi pengen pacaran juga. Ah, ada-ada saja!!!

Memang betul, kalo dikatakan bahwa ada anak masjid yang meneladani tingkah James Van Der Beek dalam serial Dawson's Creek, tapi bukan berarti kemudian dikatakan ada pacaraan Islami, itu enggak benar. Siapapun yang berbuat maksiat, tetap saja dosa. Jangan karena yang melakukan adalah anak masjid, lalu ada istilah pacaran Islami. Enggak bisa, jangan-jangan nanti kalau ada anak masjid kebetulan lagi nongkrongin judi togel, disebut judi Islam? Wah gawat bin bahaya.

Tentu lucu bin menggelikan dong bila suatu saat nanti teman-teman remaja yang berstatus anak masjid atau aktivis dakwah terkena "virus" cinta kemudian mengekspresikannya lewat pacaran. Itu enggak bisa disebut pacaran Islami karena memang enggak ada istilah itu. Jangan salah sangka, mentang-mentang pacarannya pakai jilbab, baju koko, dan berjenggot, lalu mojoknya di masjid, kita sebut aktivitas pacaran Islami. Wah salah besar itu!!!

Lalu bagaimana dengan sepak terjang teman-teman remaja yang terlanjur menganggap aktivitas baku syahwatnya sebagai pacaran Islami? Sekali lagi dosa! Iya dong. Soalnya siapa saja yang melakukan kemaksiatan jelas dosa sebagai ganjarannya. Apalagi anak masjid, malu-maluin ajach.

Coba simak QS. An-Nuur : 30, "Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan menjaga kehormatannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." Kemudian QS. An-Nuur : 31, "Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan menjaga kehormatannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya..."

Jadi gimana dong? Dalam Islam tetep tak ada yang namanya pacaran Islami. Lalu kenapa istilah itu bisa muncul? Boleh jadi karena teman-teman remaja hanya punya semangat keislaman saja tapi minus tsaqafah 'pengetahuan' Islamnya. So? Ngaji lagi yuk!!!

Teruskan Nutrisi Cintamu......

PERBEDAAN TA’ARUF DAN PACARAN

Kali ini akan dibahas mengenai perbedaan antara Ta'aruf dan pacaran. MAu tau apa perbedaannya? Lanjutkan bacanya

Tujuan :
- taaruf (t) : mengenal calon istri/suami, dengan harapan ketika ada kecocokan antara kedua belah pihak berlanjut dengan pernikahan.
- pacaran (p) : mengenal calon pacar, dengan harapan ketika ada kecocokan antara kedua belah pihak berlanjut dengan pacaran, syukur-syukur bisa nikah …

Kapan dimulai
- t : saat calon suami dan calon istri sudah merasa bahwa menikah adalah suatu kebutuhan, dan sudah siap secara fisik, mental serta materi.
- p : saat sudah diledek sama teman:”koq masih jomblo?”, atau saat butuh temen curhat, atau saat taruhan dengan teman.

Waktu
- t : sesuai dengan adab bertamu.
- p : pagi boleh, siang oke, sore ayo, malam bisa, dini hari klo ngga ada yang komplain juga ngga apa-apa.

Tempat pertemuan
- t : di rumah sang calon, balai pertemuan, musholla, masjid, sekolahan.
- p : di rumah sang calon, kantor, mall, cafe, diskotik, tempat wisata, kendaraan umum & pribadi, pabrik.

Frekuensi pertemuan
- t : lebih sedikit lebih baik karena menghindari zina hati.
- p : lazimnya seminggu sekali, pas malem minggu.

Lama pertemuan
- t : sesuai dengan adab bertamu
- p : selama belum ada yang komplain, lanjut !

Materi pertemuan

- t : kondisi pribadi, keluarga, harapan, serta keinginan di masa depan.
- p : cerita apa aja kejadian minggu ini, ngobrol ngalur-ngidul, ketawa-ketiwi.

Jumlah yang hadir

- t : minimal calon lelaki, calon perempuan, serta seorang pendamping (bertiga). maksimal tidak terbatas (disesuaikan adab tamu).
- p : calon lelaki dan calon perempuan saja (berdua). klo rame-rame bukan pacaran, tapi rombongan.

Biaya
- t : secukupnya dalam rangka menghormati tamu (sesuai adab tamu).
- p : kalau ada biaya: ngapel, kalau ngga ada absent dulu atau cari pinjeman, terus tempat pertemuannya di rumah aja kali ya? tapi gengsi dong pacaran di rumah doang ?? apa kata doi coba ??

Lamanya
- t : ketika sudah tidak ada lagi keraguan di kedua belah pihak, lebih cepat lebih baik. dan ketika informasi sudah cukup (bisa seminggu, sebulan, 2 bulan), apa lagi yang ditunggu-tunggu?
- p : bisa 3 bulan, 6 bulan, setahun, 2 tahun, bahkan mungkin 10 tahun.

Saat tidak ada kecocokan saat proses
- t : salah satu pihak bisa menyatakan tidak ada kecocokan, dan proses stop dengan menyebut alasannya.
- p : salah satu pihak bisa menyatakan tidak ada kecocokan, dan proses stop dengan/tanpa menyebut alasannya.

Oleh : Abdurrahman,S.Ag (Kumpulan Kultum)

Teruskan Nutrisi Cintamu......

Ta’aruf Dulu Baru Menikah

Menikah tanpa pacaran lebih dulu masih dianggap aneh oleh banyak orang. Pacaran masih dianggap banyak orang sebagai proses pengenalan calon pasangan hidup sebelum menikah. Islam bukannya mengharamkan proses pengenalan calon pasangan hidup sebelum menikah. Islam bahkan mensyariatkan pengenalan calon pasangan hidup sebelum menikah. Akan tetapi, proses pengenalan itu dilakukan melalui proses yang lazim disebut ta’aruf, bukannya melalui pacaran.


Ta’aruf Dulu Baru Menikah menjabarkan proses pengenalan calon pasangan hidup sebelum pernikahan. Buku ini mengupas pernak-pernik ta’aruf, kesalahan penerapannya yang masih banyak terjadi, dan kritik atas praktik ta’aruf yang banyak dilakukan aktivis muslim.

Ta’aruf Dulu Baru Menikah membuat Anda menjadi yakin menjalani proses pengenalan calon pasangan hidup Anda, sehingga saat memasuki pernikahan, Anda dan pasangan Anda pun memasukinya dengan penuh cinta.

Teruskan Nutrisi Cintamu......

3.17.2009

UNTUKMU WAHAI PARA CALON SUAMI

SIAPA YANG AKAN KAU PILIH
Tidak diragukan lagi, memilih pasangan hidup secara tepat merupakan jalan menuju kebahagiaan.
Dalam musnad Imam Ahmad rahimahullah diriwayatkan dari Sa'ad bin Abi Waqash Radhiyallahu Anhu, ia berkata Rasulullah Shallallhu 'Alaihi Wasllam bersabda :
Tiga perkara yang termasuk kebahagiaan seorang anak adam dan tiga perkara yang termasuk kemalanggannya. Termasuk kebahagiaan seorang bani Adam adalah istri yang shalihah, tempat tinggal yang baik dan kendaraan yang baik. Dan termasuk kemalangan seorang bani Adam adalah istri yang buruk, tempat tinggal yang buruk dan kendaraan yang buruk.

Dalam Shahih Al-Jami' disebutkan dengan lafazh :
"Empat perkara yang termasuk kebahagiaan : Istri yang shalihah, tempat tinggal yang luas, tetangga yang baik dan kendaraan yang nyaman. Dan empat perkara yang termasuk kemalangan : istri yang buruk, tetangga yang jahat, kendaraan yang jelek dan tempat tinggal yang sempit.
Dalam Shahih Muslim dari hadits Abdullah bin 'Amru Radhiyallahu 'Anhu bahwasanya Rasulullah Shallallhu 'Alaihi Wasallam bersabda :
"Dunia adalah kenikmatan dan sebaik-baik kenikmatan dunia adalah istri yang shalihah
Wanita shalihah pada masa sekarang ini dan dalam setiap masa adalah anugerah yang berharga yang harus kita cari sungguh-sungguh sampai dapat.
Abu Dawud Rahimahullah telah meriwayatkan dari Ibnu 'Abbas Radhiyallahu 'Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam terlah berkata kepada 'Umar Radhiyallahu 'Anhu :
Maukah aku beritahu anugerah terbaik yang diusahakan oleh seseorang? Yaitu istri shalihah, apabila suami melihatnya niscaya ia akan membuatnya senang, dan apabila ia menyuruhnya niscaya ia akan mentaatinya dan apabila ia sedang bepergian niscaya ia akan menjaga (diri dan hartanya)
dalam riwayat di Shahih al Jami' berbunyi :
"Hati yang senantiasa bersyukur, lisan yang selalu berdzikir dan istri shalihah akan membantumu dalam melaksanakan urusan dunia dan agamamu adalah sebaik-baik anugerah yang didapat oleh manusia."
Marilah kita mengenali karakteristik wanita shalihah yang apabila Allah Subhanahu wa ta'ala menganugerahkan kepadamu niscaya engkau telah memperoleh anugerah tersebut. kami memohon kepada Allah agar senantiasa memberkahimu.

Teruskan Nutrisi Cintamu......

3.11.2009

Dilema Cinta dan Pacaran

Satu kata yang begitu lekat di hati para remaja khususnya pelajar adalah kata cinta. Mungkin kalau kita mau mengsurvai dii kalangan mereka —dunia pelajar— maka hampir dapat dipastikan mereka akan mengangguk karena sudah mangenal apa yang dinamakan dengan cinta. Bahkan kalau kita mau menanyakan kepada mereka apa itu definisi cinta, maka mereka akan melesungkan pipinya dan tersenyum karena membayangkan apa itu cinta. Mungkin sebagian dari mereka akan menjawab ” Sulit diungkapkan dengan kata-kata, cinta itu mudah dirasainnya dari pada diungkapkannya”. Atau mereka akan menjawab cinta itu adalah rasa kasih sayang kepada orang lain entah itu kepada orang tua, guru, temen atau bahkan kepada pacar. Nah, soal yang satu inilah yang kemudian menimbulkan kesalahan dalam mengartikan cinta. Mereka menganggap cinta itu identik dengan ungkapan rasa sepasang sejoli yang dimabuk asmara. Banyak cara untuk mengungkapkan kata-kata cinta. Bisa dengan cara verbal maupun non verbal. Tetapi hampir 80 % remaja di negeri ini mengungkapkan rasa cinta nya dengan cara verbal. Bahkan tidak hanya di Indonesia saja tetapi di seluuh dunia. Kalau orang Indonesia mengungkapkan cinta dengan “Aku cinta kamu”, orang Inggrin bilang “I love you”, orang Afrika bilang “Ek het jou lief”, orang India bilang ” Hum tumhe pyar karte hae”, orang Jepang bilang “Aishiteru”, orang Mandarin bilang “Wo ai ni” orang Turki bilang “Seni Seviyorum” dan sebagainya. [SEGITIGA/ Maret/ III/ 2001].

Apapun ungkapan mereka dan apapun cara mereka dalam mengungkapkannya tetapi tujuan yang ingin diraih adalah sama yaitu cinta itu sendiri. Salah satu lembaga formal untuk menyatakan cinta itu adalah pacaran dan menikah. Kalau menikah mereka menganggapnya itu tidak mungkin karena mereka masih menamai cintanya adalah cinya monyet. Jadi yang kemudian dipilih untuk menjadi solusi adalah pacaran. Pacaran memang sering di identikkan dengan cinta. Pacaran secara bahasa diartikan sebagai tunangan yang belum diresmikan. Tetapi menurut definisi fakta setelah memperhatikan aktifitas remaja selama melakukan pacaran, pacaran diartikan sebagai hubungan istimewa antara lelaki dan perempuan yang kemudian mengikrarkan diri untuk saling memiliki, yang kemudian mereka mengadakan pertemuan secara khusus (kencan), sedangkan aktifitas rutinnya adalah saling merayu, saling pandang, pegang-pegangan, surat-suratan, telpon-telponan, Email-emailan, kencan, jalan-jalan dan seterusnya. Tetapi kalau kita mau menengok kembali hasil penelitian di Jakarta tahun 1997 oleh Fakultas Psikologi UI Depok terhadap 221 responden, tentang aktifitas pacaran adalah sebagai berikut

Tidak hanya di Jakarta saja, ternyata di Bandung juga pernah dilakukan penelitian oleh mahasiswa Unisba Bandung terhadap 500 responden tentang hal yang sama yang di muat dalam majalah Suara Mahasiswa beberapa waktu yang lalu. Haslinya adalah sebagai berikut :
1. Hubungan pertemanan lawan jenis, konsep apa yang bagus untuk digunakan :
Ø Teman biasa 29 %
Ø Teman akrab 39 %
Ø Pacaran 18,4 %
Ø Lain-lain 7,2 %
Ø Tidak tahu 6,4 %
2. Pendapat tentang konsep pacaran
Ø SS 56, 4 %
Ø STS 9, 2 %
Ø RR 25, 8 %
Ø Tidak tahu 8, 6 %
3. Manfaat pacaran
Ø Teman kencan 7%
Ø Berbagi rasa 65, 2 %
Ø Teman belajar 10, 2 %
Ø Tidak ada 4, 8 %
Ø Tidak tahu 4 %
Ø Lain-laim 8, 8%
4. Yang pernah dilakukan dengan pacar
Ø Pegang tangan 21,8%
Ø Ciuman bibir (lip kiss) 16 %
Ø Deep kiss 8, 6 %
Ø Raba-raba alat vital 8, 2 %
Ø Petting 7, 2 %
Ø Hubungan sexual 7 %
Ø Tidak satupun 11 %
Ø Tidal isi 20, 2 %
5. Pendapat ttg nikah muda
Ø Lebih baik 29, 4 %
Ø Tidak mungkin, karena belon kerja 34, 8 %
Ø Tidak bebas 21, 9 %
Ø Tidak tahu 14, 4 %
Dari data tersebut dapatlah kita lihat bahwa aktifitas pacaran tersebut bukanlah aktifitas ‘pdkt’ (pendekatan), tetapi sudah mengarah kepada prilaku sex bebas. Seperti kasus yang baru-baru ini marak di Bandung. Seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung melakukan adegan panas dengan seorang mahasiswi perguruan tinggi negeri di kota yang sama, yang diabadikan dengan kamera Hendycamp. Ternyata film yang dibuat di salah satu hotel di Bali untuk memperingati 23 bulan mereka pacaran tersebut tersebar luas di kota Bandung. Akhirnya mereka barus rela dipecat dari kampusnnya dan harus berhubungan dengan polisi. [satunet.com].
Lantas apa yang menyebabkan semuanya itu terjadi ?. Ada beberapa analisis yang menyebutkan bahwa rusaknya tatanan sosial dalam pergaulan ini. Psikiater kondang Dadang Hawari yang juga aktif melakukan ceramah-ceramah di masjid dan pengajian ini menunjuk maraknya media masa dan tempat hiburan yang mengundang nafsu syahwat ini sebagai penyebab utama terjadinya prilaku sex bebas. Lihat saja acara media elektronik yang biasa terseji didepan keluarga kita. Hampir semuanya menayangkan prilaku zina, misalnya adegan ciuman sampai persetubuhan, sinetron perselingkuhan, iklan di “tempat tidur”, telenovela yang isinya berkisar masalah sex bebas, hingga komik dan film kartun seperti Crayon Shincan yang membimbing anak-anak untuk bertingkah laku cabul. Salah satu media masa yang kerap mengkampanyekan budaya zina adalah RCTI, stasiun televisi terbesar di negeri ini mengelar acara Angin Malam setiap malam Minggu. Acara tersebut mengupas masalah sex secara vulgar, lengkap, dan detail serta dilengkapi dengan putri malam yang siap mengoyang bagi para penelpon dengan goyangan yang erotis. Acara yang dulu pernah dipandu oleh Dewi Huges itu pernah mengundang Budiman Sujatmiko (Ketua PRD) dan Arswendo Atmowiloto (mantan Pimpinan Redaksi Tabloid Monitor). Temanya pun lumayan serem. Apa yang dilakukan narapidana di sel guna menyalurkan hasrat seksualnya. Dengan enteng Arswendo mantan narapidana akibat kasus pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW tersebut menjawab “kalau saya ya lakukan onani saja”. Tidak hanya tema semacam itu saja yang di kampanyekan tetapi tema-tema seputar perzinahan seperti “Melajang tapi punya anak” dan sebagainya semakin menbuat budaya sex bebas menjadi semakin menggila. Radio pun tak mau ketinggalan jaman untuk mengkampanyekan ide syetan tersebut, contohnya adalah radio Elvictor FM, stasiun radio ternama di Surabaya ini setiap pukul 22.00 pada setiap harinya menyuguhkan acara obrolan bersama seorang waria. Puluhan kaum lelaki antri menelpon, ngobrol dengan Markonah (nama waria tersebut), tentang apalagi kalau enggak masalah sex. Banyak lagi stasiun radio yang sengaja menggelar acara menggugah syahwat dengan dipandu oleh penyiar yang genit diiringi musik dangdut yang bikin jantung berdetak dua kalu lebih cepat dari biasanya. Media cetak semakin memperburuk keadaan. Pasca kebebasan pers dikumandangkan maka muncullah berbagai media yang dengan vulgar mengupas habis tentang tema-tema sex. Sebut saja Popular, Hot, Lipstik, Desah, Asmara, De Suga, Kiss, Jeritan hati, Waw, The X Files, dan masih banyak lagi. Tulisannya pun berkisar tentang tema-tema sex, dengan dilengkapi foto-foto yang mengumbar aurat (yang kebanyakan mengambil begitu saja dari situs porno di internet). Judul-judul tulisannya cenderung menjijikkan. Misalnya majalah Top edisi 53 Th. III, Juli 2001, menulis tentang “Artis-artis Perkuat Organ Seks Lewat Salsa”, Tragedi Lukisan Telanjang Tante Ris, dan Seks Plesie Kota Bengawan. Atau tabloid Kiss edisi 11/TH.1/2001 yang memuat tulisan ” Suamiku Merasa Puas Bila Mensetubuhiku Dengan Kaki Terikat” dan “Affairku dengan Seorang Jaksa Membuahkan Janin di Perutku”. [ http://www.hidayatullah.com ]
Kerap pula kita jumpai kumpulan anak-anak remaja di rental VCD yang menyediakan VCD porno (BF) atau ya minimal Semi BF. Dan ternyata pengemar VCD jenis tersebut adalah kebanyakan anak muda. Kalau anak kecil mungkin belum tahu, dan kalau orang tua buat apa? Ujar Ipong, seorang pedagang VCD di kawasan Cawang (Jakarta). Teknologi Internet juga banyak dimanfaatkan untuk mengakses kemaksiatan. “Kalau anak-anak remaja ke sini, pasti yang “begituan” yang dilihat.” Ujar Ida, pengelola Warnet di kawasan Bekasi, Jawa Barat. Masuk akal bila kasus HIV/AIDS di Indonesia semakin dasyat. RS Cipto mangunkusumo, Jakarta saat ini didatangi 4-10 penderita HIV/AIDS tiap minggunya. Data dari Ditjen Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Depkes menyebutkan, selama April 2001 terjadi penambahan 2 kasus HIV dan 5 kasus AIDS. Itu yang diketahui. Dementara para ahli sering menyatakan bahwa data tentang HIV/AIDS itu bagaikan gunung es, yang tampak hanyalah permukaan sedikit saja, tetapi yangterpendam sangat banyak. Akibat budaya zina, maka aborsipun menjadi kebiasaan remaja-remaja putri. Baru-baru ini harian Kompas mengutip sebuah penelitian tentang aborsi, dan hasilnya terjadi 2,5 juta aborsi per tahun dan 1,5 juta diantaranya dilakukan oleh kalangan remaja. Data tersebut juga pernah disampaikan oleh WHO yang menyampaikan hasil laporannya bahwa di Asia Tenggara terjadi kasus aborsi sekitar 4,2 juta per tahunnya. 1,3 juta di Vietnam dan Singapura, 155.000-750.000 di Philipina, 300.000-900.000 di Thailand dan di Indonesia 1,5 juta kasus setiap tahunnya. Manakala aborsi gagal, maka muncullah bayi-bayi tak berdosa yang tak tau harus memanggil “ayah” kepada siapa. “Kalau orang setiap hari melihat dan membaca hal-hal yang porno, maka keimanan akan terkikis. Kalau sudah begitu, maka akan lepas kontrol danterjadilah perzinahan.” Kata Dadang Hawari. Yang membuat Dadang heran, Pemerintah sepertinya tidak berusaha memberantas sarana dan prasarana yang mendorong orang untuk berbuat zina. Justru membiarkan bahkan meneguhkannya dengan memungut pajak dari sarana tersebut. ” Di masyarakat kita sekarang, anak masih imit-imut mabok, nyabu, dan berzina sudah biasa. Dan itu tidak ditindak”, katanya lirih.
Khotimah Islam adalah agama yang sempurna seperti firman Allah dalam QS Al-Maidah :3 yang menjamin kepada manusia untuk menyelesaikan setiap permasalahannya dengan Islam. Islam adalah problem solving setiap permasalahan yang muncul termasuk masalah fenomena pacaran dan prilaku sex bebas akhir-akhir ini. Memang Allah telah membekali kepada manusia itu akal dan beberapa naluri, salah satu naluri itu adalah naluri untuk mencintai lawan jenis (ghariyahan-nau’). Setiap naluri itu butuh pemuasan kebutuhan. Sedangkan islam itu hadir untuk mengatur cara pemuasan kebutuhan tersebut. Tetapi semuanya itu tidak akan mungkin bisa dipenuhi perintah Allah dan larangan-Nya itu tanpa dibekali dengan ilmu. Oleh karena itu tidak dapat tidak, ilmu itu harus segera dipelajari sehingga akan memberikan gambaran yang utuh akan tujuan hidup ini. Apabia setiap kaum muslimin itu berpegang teguh terhadap qo’idah hukum syara’ yang berbunyi “hukum asal setiap perbuatan itu tergantung dengan hukum syara” dan mereka faham akanseruan Allah dalam surat An-Nur:31 “Katakan kepada kaum muslimin untuk menundukkan pandangan” serta mereka mengindahkan apa yangtelah disabdakan oleh Rosulullah SAW “Barang siapa yang beriman terhadap Allah dan hari akhir, maka tidaklah boleh seorang laki-laki itu berkholwat dengan seorang wanita tanpa disertai dengan makhromnya(makhrom wanita itu)”. Sehingga apabila kita memahami semuanya itu kita bisa mencintai Allah itu lebih dari mencintai terhadap
makhluk-makhluknya. Dan hal itu tidak akan terwujud dengan tanpa adanya dukungan dari semua elemen masyarakat untuk mau menyadari bahwa apa yang mereka lakukan selama ini adalah salah dan mereka dengan sadar bisa kembali
kepada Islam untuk mengatur seluruh kehidupan. [sig dari berbagai sumber]


Teruskan Nutrisi Cintamu......